Sabtu, 20 Oktober 2012

PARAGRAF


1.1  Latar Belakang Masalah
Selama ini kita sudah melaksanakan dengan cukup baik mengerjakan sebuah paragraf.Dalam membuat sebuah paragraf kita harus mengerti syarat-syarat yang harus dipenuhi sebuah paragraf. Bisa membuat paragraf yang berkaitan satu sama lain dengan paragraf yang selanjutnya menjadi logis dan padu. Maka  dari itu kita dituntut untuk membuat sebuah paragraf yang baik dan benar.

1.2  Rumusan Masalah
1. Pengertian Paragraf
2. Syarat-syarat dalam membuat paragraf
3. Rangka sebuah paragraf
4. Pembagian paragraf menurut jenisnya
5. Mengembangkan suatu paragraf

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan ini agar kita dapat mengetahui syarat-syarat dalam membuat sebuah paragraph dan mengetahui cara mengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar. Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat melatih dalam membuat sebuah paragraf yang baik sesuai dengan kaedahnya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Paragraf
Karangan mini yang dari sejumlah kalimat yang tersusun secara berurut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun lengkap menjadi padu.Dan dapat mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendalinya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.

Contoh sebuah paragraf:
Sampah selamanya selalu memusingkan.Berkali-kali jalan pemecahannya dirancang.Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetapmenjadikan sampah sebagai masalah yang pelik.Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampahbanyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir.Selamapengumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapatdilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.

Paragraf ini terdiri atas enam kalimat.Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebabitu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

Topik karangan adalah hal yang menjadi bahan pembicaraan dalam sebuah tulisan.Topik karangan harus bermanfaat, layak dibahas, menarik.Topik bermakna pokok karangan (pokok pembicaraan atau permasalahan).

2.2  Syarat-syarat dalam mebuat paragraf
Syarat paragraf membuat paragraf memiliki tiga ketentuan, yaitu:
·         Kepaduan Paragraf
Dalam sebuah kalimat agar berkaitan satu sama lain secara logis dan padu gunakanlah kata penghubung yang dapat membuat kalimat saling berkaitan. Terdapat dua jenis kata penghubung,yaitu kata penghubung intrakalimat,contohnya: karena,sehingga,tetapi,dsb. Yang kedua antrakalimat yaitu kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya,contohnya: oleh karena itu, jadi, kemudian,dsb.

Contoh: Remaja mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. Remaja  terkadang tidak menyadari bahwa ia memiliki banyak kelebihan yang bias digali dan diberdayakan guna menyongsong masa depan. Mereka perlu bantuan untuk dimotivasi dan diberi wawasan.

·         Kesatuan Paragraf
Tiap paragraf mengandung satu pokok pikiran yang dibentuk dalam kalimat utama.Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf biasa kita sebut paragraf deduktif, sedangkan yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita sebut induktif.Adapun ciri-ciri dalam membuat kalimat utama, yaitu kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diuraikan lebih lanjut.Dan dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung.





·         Kelengkapan Paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat –kalimat penjelas untuk menunjkan pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh,dll. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung.

2.3  Rangka sebuah paragraf
Rangka atau struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas.Kalimat-kalimat di dalam paragraf itu harus saling mendukung saling kait-berkait yang lainnya.
·         Kalimat Topik
Kalimat yang didalamnya terdapat ide pokok.Kalimat topik merupakan kalimat utama dalam paragraf tersebut.
·         Kalimat Penjelas
Kalimat yang menjelaskan kalimat utama.


2.4  Paragraf Deduktif dan Induktif
Kalimat deduktif dan induktif memiliki kalimat utama yang bersifat umum dan kalimat penjelas bersifat khusus.

·         Deduktif adalah kalimat utama terletak di awal paragraf. Gagasan pokok/kalimat utama dinyatakan lebih dahulu baru diikuti kalimat penjelas.

Contoh paragraf:
Seseorang akan diuji dengan apa yang ia miliki. Ketika ia memiliki ilmu, maka dia akan diuji dengan ilmu tersebut sejauh mana ilmu itu bermanfaat bagi dirinh dan orang lain. Ketika seorang mempunyai harta maka dia akan diuji dengan sejauh mana ia mampu memberikan hartanya kepada orang lain.





·         Induktif adalah kalimat utama terletak di akhir paragraf. Kalimat penjelas disampaikan lebih dahulu, baru kalimat utama.
Contoh paragraf:
Setiap hari kita melakukan banyak aktivitas dan aktivitas tersebut sering mengeluarkan uang salah satu contohnya ketika kita sedang istirahat sekolah kita ingin membeli makana,minuman,dll. Apakah kita tidak memikirkan sebaiknya kita membawa bekal dari rumah, uang bekal yang diberikan orang tua kita bisa simpan dan ditabung untuk masa depan karena menabung itu menguntungkan.


2.5  Pembagian Paragraf menurut Jenisnya
Dalam sebuah karangan biasanya terdapat tiga macam paragraf jika dilihat dari jenisnya.
·         Paragraf Pembuka
Paragraf yang merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada pembicaraan yang akan menyusul paragraf yang berikutnya. Maka dari itu paragraf pembuka salah satucara untuk menarik perhatian pembaca.
·         Paragraf Pengembang
Paragraf yang terletak antar paragraf pembuka dan paragraf yang terakhir.Paragraf ini mengembangkan pokok pembicaraan, mengemukakan persoalan yang di bahas. Oleh sebab itu,satu paragraf dengan paragraf lainnya saling berkaitan.
·         Paragraf Penutup
Paragraf yang terletak di akhir karangan.Biasanya paragraf penutup berupa simpulan dari semua persoalan yang telah di bahas dari paragraf sebelumnya.

2.6  Mengembangkan Suatu Paragraf
Pengembangan paragraf memiliki lima jenis:
·         Narasi
Paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa dari waktu ke waktu dengan urutan awal, tengah, dan akhir.Contoh: Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu.Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri keluar rumah.Tuan Hasan merawat istrinya yang sakit.Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta.

·         Deskripsi
Paragraf yang menggambarkan suatu objek yang seakan-akan pembaca bisa melihat, mendengar, atau merasa. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang,benda, atau tempat.
Contoh: Berbentuk bulat dengan goresan-goresan alami. Melihat isinya berwarna merah membuat aku berani untuk memakannya.Namun sayangnya benda bulat itu disertai biji-biji hitam yang mengganggu untuk dimakan.

·         Eksposisi
Paragraf yang menginformasikan suatu teori atau petunjuk sehingga orang yang membacanya dapat menambah wawasan.
Contoh: Saat kegiatan ekstrakulikuler dikenal sebagai kegiatan tambahan pelajaran. Kegiatan ekstrakulikuler bisa dikaitkan dengan menambah nilai yang kurang dan sarana pengembangan bakat siswa dan siswi.
·         Argumentasi
Paragraf yang mengungkapkan suatu pendapat beserta alasannya,cirinya ada pendapatan ada alasannya.
Contoh:Kegigihan  yang selama ini ia jalani ini memang tidak sia-sia keinginan yang ia impikan sejak menduduki kls X SMA akhirnya tercapai berkat uletnya ia dalam belajar. Tuhan memang adil memberikan juara1 olimpiade matematika untuk Ali.

·         Persuasi
Paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.
Contoh: Sebaiknya anak muda-muda membantu melakukan kegiatan sosial ini karena sangat menguntukan bagi kehidupan dia. Sayangnya anak mjuda jaman ini sulit bergerak untuk membantu orang-orang yang susah yang ada disekitarnya padahal kehidupan mereka sudah cukup lebih.







BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam karangan terdapat paragraf yang tersusun secara logis,padu, dan berkaitan satu sama lain dengan paragraf-paragraf yang berikutnya. Disusun dengan syarat-syaratnya yaitu, kepaduan,kesatuan,dan kelengkapan paragraf yang memiliki kalimat topik yang bersifat umum serta kalimat penjelas yang bersifat khusus. Paragraf-paragraf dapat dikembangkan dengan lima jenis yaitu narasi,deskripsi,eksposisi,argumentasi,dan persuasi.

SARAN
Mahasiswa dianjurkan untuk selalu belajar Bhs.Indonesia dikarenakan agar dapat membuat paragraf yang kemudian dirangkai menjadi karangan dengan baik dan benar dan menambah wawasan yang lebih luas tentang pelajaran  Bhs.Indonesia.